Jumaat, 1 Julai 2011

Semut Zombie

Kata “Zombie” mungkin tidaklah asing ditelinga anda, dan mungkin memang tidak berlaku bagi manusia. Akan tetapi lain ceritanya dengan bangsa semut, karena Semut Zombie itu memang benar-benar ada, atau kurang lebih seperti itu.




Jika di film-film anda menyaksikan zombie-zombie (zombie = mayat hidup) berkeliaran dijalanan untuk mencari mangsa yaitu para manusia, maka lain halnya dengan para semut-semut ini, karena disini, merekalah yang akan menjadi mangsa dari makhluk parasit yang mematikan. Saya akan membahas dua jenis makhluk parasit yang menyebabkan semut berubah menjadi makhluk “setengah hidup” atau Zombie.




Beberapa jenis lalat (seperti jenis lalat dari Genus Pseudacteon) menggunakan semut sebagai tempat penempatan telur, seperti semut api. Lalat ini diketahui dapat menempatkan “calon bayinya” itu didalam tubuh semut api, dimana semut api ini akan menjadi inang untuk larva sang lalat.


Yang pertama mereka lakukan adalah terbang di sekitar semut merah dan menginjeksikan telur di bagian Thorax (rongga dada) semut, yang nantinya akan menjadi Larva.

Larva pertama akan bermigrasi ke daerah kepala, dan memulai proses pertumbuhan dengan memakan otak semut tersebut. Pada akhirnya, otak semut tersebut akan habis dilahap olehnya, dan semut akan berada dibawah kendalinya. Semut yang yang sudah seperti zombie ini akan berjalan tanpa arah selama sekitar dua minggu. Antara dua sampai empat minggu kemudian, kepala sang semut akan dipenggal oleh larva ini dengan cara melepaskan sejenis enzim yang mampu melarutkan membran sel pada leher semut.




Larva tersebut mulai berubah menjadi Pupa (tahap perubahan bentuk tubuh serangga menjadi bentuk dewasa) dan akan berada di dalam “kapsul” kepala semut tersebut selama dua minggu sebelum akhirnya muncul keluar.



lalat baru pun lahir dan akan kembali memulai proses penciptaan semut zombie baru.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan